Mentan Amran Pastikan Stok Pangan Nasional Melimpah Pada Lebaran 2026
Makassar, (26/3) – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan jaminan ketersediaan stok pangan nasional dalam kondisi aman dengan harga yang tetap stabil menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah (2026). Momentum ini diharapkan menjadi kabar baik bagi seluruh rantai pasok, mulai dari tingkat petani sebagai produsen hingga masyarakat sebagai konsumen.
Berdasarkan hasil pemantauan di berbagai pasar tradisional dan modern, pasokan kebutuhan pokok dilaporkan tersedia dalam jumlah yang cukup. Mentan menegaskan bahwa stabilitas ini merupakan buah dari upaya kolektif pemerintah dalam meningkatkan produksi, penguatan cadangan pangan, serta pengawasan distribusi yang ketat di lapangan.
Ketahanan Stok Beras Nasional
Sektor perberasan nasional mencatatkan performa yang sangat kuat. Saat ini, total kekuatan stok beras nasional diperkirakan mencapai 28 juta ton. Jumlah tersebut mencakup Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog, stok di masyarakat, serta potensi hasil dari panen raya yang tengah berlangsung di berbagai daerah. Stok ini dinilai mampu memenuhi kebutuhan konsumsi nasional hingga 11 bulan ke depan.
Dengan rata-rata kebutuhan beras nasional sebesar 2,59 juta ton per bulan dan proyeksi produksi bulanan yang mencapai rentang 2,6 hingga 5,7 juta ton, Indonesia saat ini berada dalam posisi surplus yang signifikan.
Surplus Komoditas Strategis Lainnya
Selain beras, neraca pangan nasional hingga April 2026 menunjukkan kondisi surplus pada berbagai komoditas strategis lainnya:
-
Cabai Rawit: Ketersediaan mencapai 409 ribu ton dengan kebutuhan 304 ribu ton (Surplus 105 ribu ton).
-
Daging Ayam: Ketersediaan 2,07 juta ton dengan kebutuhan 1,34 juta ton (Surplus 727 ribu ton).
-
Bawang Merah: Ketersediaan 479 ribu ton dengan kebutuhan 422 ribu ton (Surplus 57 ribu ton).
-
Cabai Besar: Juga mencatatkan surplus produksi, yang berdampak pada stabilitas harga di pasar yang cenderung menurun.
Keseimbangan Harga dan Pengawasan
Pemerintah berkomitmen untuk menjaga keseimbangan harga agar tidak memberatkan konsumen namun tetap memberikan keuntungan yang layak bagi petani. "Harga pangan tidak boleh terlalu tinggi karena memberatkan masyarakat, tetapi juga tidak boleh terlalu rendah karena merugikan petani," tegas Mentan Amran.
Guna mencegah adanya praktik penimbunan atau permainan harga, pengawasan lintas sektor terus diperkuat, terutama selama masa Ramadan dan Idulfitri. Dengan pasokan yang melimpah dan jalur distribusi yang terpantau, pemerintah optimistis perayaan Lebaran tahun ini dapat dilalui dengan tenang oleh seluruh rakyat Indonesia.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan rilis pada Kementerian Pertanian